Selasa, 09 Februari 2021

Time Skip

Udah hampir setaun tidak ada lagi post post yang mampir di laman blog, tidak ada lagi notif berapa pembaca yang mampir, atau grafik rating peningkatkan pembaca atau malah ada komentar yang muncul. Bukan hanya post post yang tidak terlihat di laman depan, melainkan juga rasa enggan untuk buka alamat blog, karna merasa diri nggak bisa posting lagi jadi enggan buat liat laman kosong. Pernah terlintas beberapa ide kata, tema nulis tapi tidak pernah ada yang terealisasikan menjadi kalimat yang berakhir paragraf. Tidak ada.

Pernah sekali saat ngobras (ngobrol santai) di sela sela makan siang, temen ada yang nyeletuk soal bikin post atau nulis di blog dan seperti seorang paranormal yang ahli menerawang kalo ternyata saya terlihat memang cukup gemar buat narasi di blog. Ah, itu hanya tebakan saja menurut saya tapi saya tidak menyangkal kalo memang pernah buat narasi di blog.

Time skip. Istilah yang saya ambil dari serial anime yang saya gemari, mulai dari komik sampai anime visual berdurasi 24 menit itu. Time skip yang diceritakan di serial anime itu ialah perjuangan selama 2 tahun menimba kekuatan untuk menjadi lebih kuat secara individual, sehingga menjadikan modal untuk menghadapi rintangan yang entah kapan akan menerpa mereka. Walaupun hanya ada sekilas balik dari perjuangan masing masing karakter dalam latihan fisik dan mental tapi cukup tergambarkan dengan jelas bagaimana bentuk perjuangan mereka. Dan time skip yang saya maksudkan disini ialah setelah hampir 1 tahun saya off posting, mulai dari tulisan ini lagi saya akan coba buat buah pemikiran  yang belum sempat saya tuangkan dalam bentuk narasi. Hanya saja yang membedakan dari cerita serial anime dengan saya ialah mereka berjuang latihan, sedangkan saya enggan untuk memikirkan tema narasi apalagi yang hendak saya tuangkan.

Padahal sudah diberi wejangan kalo untuk bisa terbiasa nulis dengan kalimat yang tertata dan kata kata yang pas, harus musti baca. Entah mau baca novel, komik, berita di media surat kabar atau yang lain, nanti akan tumbuh dan banyak kosa kata yang dapat dituangkan dalam bentuk narasi.

Share:

Minggu, 29 Maret 2020

Jadi Konsultan


Konsultan, mungkin enak kalo jadi konsultan. Mempertanyakan hal ini itu, masalah sana sini dan memutar otak untuk memberikan solusi. Tapi perlu background yang kuat di suatu bidang biar lebih paham kalo ada yang sedang konsultasi. Lebih banyak belajar, banyak mendengarkan, banyak membaca, dll. Tapi yang pasti nggak gampang atau semudah mengusap hidung yang gatel dan lega abis di garuk. Butuh waktu, biaya untuk pendidikan yang cukup, minat & tekad yang kuat. Ah, jadi pesimis gini malahan.

Dulu pernah terpikirkan pengen ambil jurusan kuliah psikolog, karna sering curhat dan di curhati. Sok sok an ngasih solusi padahal nggak berpengalaman, justru yang minta saran yang lebih pengalaman. Walaupun belum berpengalaman, bisa jadi apa yang dicurhati itu suatu saat bakal saya alami. Jadi kan serasa udah siap amunisi sebelum berperang.

Menurut saya, yang cocok jadi seorang konsultan itu seorang laki laki. Kenapa, karena pikiran laki laki itu selalu memikirkan solusi, ada masalah langsung solusi. Jadi kalo ada orang cerita ke dia baru mau mulai cerita yang ada di pikiran laki laki itu adalah solusi nya apa. Tapi yang nggak banget ialah jarang ada laki laki yang betah dengerin cerita, mending kalo ceritanya itu tertata alias terstruktur jadi bisa di ambil poin poin inti dari cerita itu. Dari poin poin itu di rancang sama si konsultan trus di buat plot plot permasalahannya, akar permasalahan dan sampai akhirnya dunia menemukan mu (avatar the legend of aang).

Share:

Rabu, 25 Maret 2020

Origami


Sesaat setelah melihat berbagai bentuk kerajinan tangan berupa origami. Origami sendiri ialah nama sebuah kerajinan tangan dengan bahan dari kertas yang dilipat lipat, gampang nya seni lipat kertas. Dari secarik kertas bisa diubah menjadi beberapa bentuk, bisa bentuk hewan, tanaman/bunga atau yang lain. Tapi saya kalini bukan mau membahas gimana cara membuat origami hewan/bunga karena jujur saya nggak ahli seni lipat ini. Hanya saja muncul ingatan masa kecil yang sering membuat kerajinan tangan dari seni lipat kertas juga, mungkin versi anak desa.

Ok, selain yang sering kita buat jaman kecil atau juga mungkin masih ada sampe sekarang yaitu seni lipat pesawat terbang dari kertas. Selalu membandingkan mana yang lebih jauh dan tinggi saat diterbangkan. Dari bentuk yang normal sampai ada sedikit perubahan (modifikasi) yang bertujuan tidak lain agar lebih tinggi terbangnya. Tapi malah keliatan aneh kalo dilihat bentuknya. Entah apa yang dipikirkan waktu itu (masa kecil) kalo di rubah bentuknya apakah akan bisa lebih tinggi terbangnya atau malah sebaliknya. Dan saat ini bisa terjawab pertanyaan itu, yaitu untuk mengatur tingkat aero dynamic nya pesawat itu. Semakin runcing, maka tidak ada hambatan apapun, angin/udara yang tertabrak akan melewati bentuk/lekukan dari pesawat.



Selain pesawat, ada juga origami bentuk perahu. Perahu kertasku kan melaju, membawa surat cinta bagimu. Kata kata yang sedikit gila, tapi itu adanya – bacanya jangan pake nada ya. Berbeda dengan pesawat yang sebelumnya, mungkin bentuk perahu ini tidak banyak perubahan untuk menyeimbangkan pergerakan perahu jika dicoba di alirkan ke sungai. Tapi ada teori lagi untuk bisa melaju di atas air perlu ada olesan dari sabun colek atau sabun cuci. Tinggal dioleskan pada posisi bawah perahu secukupnya, langsung bisa ditaruh di atas air. Nah, dengan adanya olesan sabun colek ini sebagai penahan kontak langsung antara air dan kertasnya. Jadi pas perahu di taruh di air, dia akan mengambang beberapa saat sebelum semua kertas akan basah.
                                                   

Yang terakhir, seni lipat ini banyak pernak perniknya. Sebenarnya pernak pernik itu bagian dari bentuk, jadi kalo disatukan akan lebih keliatan bentuk origaminya. Saya menyebutnya origami robot. Karena bayangan waktu kecil kalo robot (power ranger) itu pasti terpisah bagian bagian nya dan kemudian menyatu menjadi robot dengan senjata pedang yang lain. Dan origami ini juga terinspirasi dari tontonan power rangers itu.

Untuk origami versi Indonesia yang mewarnai seni lipat kertas masa kanak kanak yang menyenangkan, jauh dari peralatan/teknologi jaman sekarang seperti gadget.

Share:

Sabtu, 28 September 2019

Menu Sarapan di Beberapa Daerah


Sarapan itu perlu nggak sih sebenernya? Mungkin sebagian akan berpendapat kalo sarapan itu perlu tapi mungkin sebagian lagi berpendapat berlawanan dengan itu. Pernah dengar kalo memulai aktivitas tanpa sarapan akan menurunkan kadar konsentrasi seseorang. Aktivitas belajar di sekolah misalnya, jika pagi hari tidak di imbangi dengan sarapan terlebih dahulu sebelum belajar, kadar konsentrasi nya akan menurun. Jadi saat ditanya beberapa soal perhitungan sederhana terasa sulit untuk di jawab. Ya itu sekedar informasi yang saya dapat, tapi secara medisnya saya kurang tau, seberapa pengaruhnya jika seseorang tidak sarapan akan menurunkan kadar konsentrasi. Terkadang ada juga yang bilang kalo sarapan nanti malah membuat seseorang bisa merasa ngantuk jadi kadar konsentrasi juga akan menurun. Kalo seperti ini bisa jadi efek dari apa yang ia konsumsi, kalo kebanyakan makanan berat (karbohidrat) dengan proporsi yang banyak pula, efek ngantuk bisa jadi akan di alami. Tapi kalo pemilihan menu sarapan yang pas (tidak berlebih) itu akan memberikan efek yang berbeda di tubuh.

I think enough untuk intro yang nggak nyambung itu. Nah, sedikit mengenal menu sarapan. Ternyata menu menu makanan yang bisa jadi menu sarapan di berbagai daerah itu cukup bervariasi. Walaupun ada banyak menu sarapan yang menjadi favorit tapi kalo yang khas kan nggak banyak. Kenapa disebut menu sarapan? Karena menu sarapan ini hanya bisa di temui pas jam jam sarapan sekitar pukul 07 – 09 pagi. Kalo udah agak siang ya udah jadi menu makan siang namanya.

Beberapa menu sarapan yang saya temui di berbagai daerah :
  • Tahu Kupat


Menu sarapan/makanan yang biasa di jumpai di jam jam di atas itu adalah Tahu Kupat. Makanan yang satu ini ada di sekitaran pasar (kalo di kampung saya) dengan gerobak dorong berwarna biru terpampang di pojokan bangunan. Menu sarapan ini menyajikan tahu goreng, bakwan, ketupat, dengan tambahan kacang tanah, irisan kubis, beberapa suwir mie kuning dan potongan mentimun (kecil kecil) dan di siram dengan sambel kecap (bisa request level pedasnya). Bisa di jumpai di daerah sukoharjo – solo.
  • Kupat Tahu,

Menu sarapan yang saya jumpai di daerah bandung. Dulu sempet main ke bandung dan disaranin atau lebih tepatnya sih di ajak makan kupat tahu. Kupat tahu ini dari yang saya perhatiin itu mirip dengan ketoprak (makanan). Penggunaan lontongnya, tahu gorengnya dan sambal kacangnya juga. Berbeda dengan tahu kupat yang saya ulas di atas, walaupun nama dari makanan ini seperti cuman di balik saja, tapi fisik makanannya berbeda.
  • Docang

Olahan makanan yang cocok untuk sarapan berikutnya bisa di jumpai di daerah Cirebon, baik itu kota ataupun di kabupaten. Ulasan lengkapnya sudah saya ulah di post saya yang sebelumnya.
  • Sega jamblang atau Nasi Jamblang

Menu sarapan ini sama seperti docang yang bisa di jumpai di daerah Cirebon. Menu yang satu ini berbeda dengan beberapa menu di atas yang menggunakan lontong/ketupat sebagai main dish. Tapi nasi jamblang ini menggunakan nasi putih biasa tanpa di buat lembut seperti lontong. Walapun sumber main dish nya sama sama dari beras. Makanan seperti jamuan prasmanan, bisa ambil dan pilih sendiri lauk pauk yang ingin di makan. Mungkin yang agak unik ialah nasi putihnya itu dibungkus dengan daun jati bukan dari kertas nasi dan sambalnya yang kombinasi antara ulekan sambel dengan irisan cabe merah. Lauk pauknya ini biasanya berupa aneka jenis daging, telur, usus, tahu & tempe goreng.

Itulah beberapa menu sarapan yang bisa di temui sesuai dengan daerahnya. Walaupun banyak menu sarapan yang bisa di jumpai di beberapa daerah seperti bubur ayam Jakarta, bubur ayam Tangerang yang biasa saya jumpai di Cirebon. Dan juga ketoprak, nasi kuning, bubur kacang ijo ini yang lebih banyak tersebar di berbagai daerah yang menjadikan menu sarapan umum.

Share:

Kamis, 19 September 2019

Nulis yang Bermodal


Nulis, bikin narasi tentang kuliner jadi malah ketagihan pengen terus ambil topik itu. Padahal nggak terlalu addict banget soal kuliner, nggak bisa kasih rekomendasi masakan yang tepat untuk di cicipi ke orang lain, ya karena emang nggak bisa dan nggak tau cara rekomendasiin makanan. Pernah sekali rasanya pengen banget rekomendasiin salah satu masakan khas, tapi karena beda tempat makan jadi kesannya ‘kepepet’ ngasih rekomendasinya. Jadi ujung ujungnya ‘yang penting minimal ngerasaain’ walau sama persis makanannya, tapi rasa kan pasti beda. Pas nanya ke temen gimana rasa makanan tadi? Biasa aja, enak banget ya nggak, nggak enak ya nggak juga. Dan nggak tau itu selera mereka nggak kan nggak tau.

Menurut saya, ambil bahasan kuliner itu butuh banyak investasi/modal, contohnya :
  • Uang

Yang ini pasti, karna mau ngerasain makanan harus beli dan pake uang, bukan daun atau yang lain. Intinya sih mata uang yang bisa dibuat transaksi. Tapi untuk sekarang ini bisa jadi cashless alias nggak perlu banyak banyak bawa uang cash, udah banyak banget cashless tinggal modalin berbagai macam kartu dan aplikasi. Jadi tinggal tap sana tap sini…
  • Waktu

Selain uang, ini juga nggak kalah penting karena kalo ada uang tapi nggak sempet atau nggak ada waktu luang buat pergi pergi kan percuma, nggak bisa ‘berburu’ kuliner yang sedang hits atau yang baru bermunculan.
  • Fisik

Fisik ini terkait dengan kesehatan badan diri, kalo mau merekomendasikan sesuatu apalagi soal makanan, sangat perlu diri sendiri haruslah sehat biar bisa optimal dalam mencicipinya. Jadi bisa njelasin detail soal rasanya. Kalo lagi sakit sudah pasti nggak nafsu makan, lidah terasa pahit semua sekalipun itu gula yang jelas jelas terasa manis. Intinya indera pengecap kita bisa optimal fungsinya kalo pas lagi sehat.

Ya itu beberapa hal yang menurut saya perlu disiapkan jika ingin menjadi ‘pemburu kuliner’. Entah mau jadikan hobi atau sekedar ingin saja.

Share:

About Me

Seorang Mahasiswa Teknik Kimia, suka hal hal simple, minimalis, seorang plegmatis.

Terbaru

Popular Posts

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.