Sabtu, 03 Agustus 2013

belum ada judul

Ada alasan dari setiap apa yang telah dilakukan. Ada konsekuensi dari setiap perbuatan yang disertai dengan tanggung jawab. Tanggung jawab yang pasti akan datang sebagai buah hasil dari perbuatan. Dan itu berputar seperti halnya sebuah lingkaran, ia akan kembali ketempat ia berasal. Adalakanya kita ingin memunculkan hal yang baru hanya kita inginkan hal yang nantinya dapat berbuah yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Harapan akan muncul sebanding dengan apa yang dilakukan, hal itu adalah pasti. Menyinggung akan hal tersebut, ada secarik cerita. Cerita yang bermula dari diri sendiri, mungkin pengalaman atau hanya sebuah cerita belaka. Sebuah masalah yang datang, masalah yang mungkin bisa dibilang kecil atau hanya sebagai bahan omongan. Akan tetapi hal itu malah menjadikan sebuah masalah yang makin kompleks, karena saya sendiri yang beranggapan dan menge-just diri sendiri bahwa masalah tersebut berasal dari saya pribadi yang belum bisa menerima sebuah kenyataannya. Dengan adanya hal seperti itu, saya mulai sadar dan berharap mampu segera menyelesaikannya agar tidak terjadi masalah yang lebih kompleks. Harapan seperti halnya sebuah planning yang sudah tertata rapi. Dan pada kenyataannya malah sebaliknya, hal itu menjadikan sebuah keputusan yang lagi-lagi saya harus menerimanya.

Apakah beranggapan bahwasanya saya itu kurang paham, kurang mengerti, kurang peka akan lingkungan itu hal yang wajar atau tidak?karena setelah saya cerna ternyata itu semua kenyataan, bukan hanya omongan belaka. Hal yang baru membuatku sadar akan hal itu selama ini melekat pada diri sendiri yang mungkin tak pernah terpikirkan sedikitpun. Sadar akan manusia tak ada yang sempurna, tak ada yang selalu berbuat benar dan tak melakukan sebuah kesalahan. Akankah kesalahan yang wajar mampu untuk dimaafkan? Terasa masih perlu bahkan terus melakukan permohonan maaf kepada orang lain.

Mulai,mulai,mulai deh. Koment teman saya disaat saya berkata demikian. Ga tau apa maksudnya, tapi sepertinya apabila berkata demikian itu bertentangan atau mungkin tidak baik. ahSudahlah……… 
Share:

Senin, 22 Juli 2013

Plesiran - penenang otak

Liburan, yaaa liburan……tak terasa sudah menginjak liburan saja. Siapa yang tak suka dengan liburan, pastinya tak ada satu pun yang tak menginginkan liburan. Liburan merupakan salah satu kebutuhan jasmani manusia. Berbagai manfaat dari liburan yang bisa menenangkan dari penatnya kesibukan sehari-hari yang mungkin memeras tenaga dan otak tentunya. Bagian dari refreshing, menetralkan kembali kerja otak, agar mampu menciptakn kembali pemikiran-pemikiran yang jernih.
Oh iya, liburan kali ini pas banget dan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Bulan yang diidam-idamkan oleh seluruh umat muslim. Sebenarnya sih bukan bertepatan, tapi memang selalu di bulan Ramadhan pasti libur. Hahahhaaaa…..tapi tak apalah yang penting liburannya kan???
Nah, ini dia liburan dari saya. Sebenarnya sih, tak berbeda dengan orang pada umumnya, yang kalo liburan pasti menenangkan diri, refreshing ke tempat-tempat yang menyenangkan. Tapi berhubung liburan kali ini di bulan Ramadhan, jadi mungkin saya tak akan pergi untuk refreshing ke tempat-tempat seperti itu. Nah, dan karena liburan ini sekali lagi pas di bulan Ramadhan, jadi saya mending pulang kampung saja. Berkumpul bersama keluarga, bercengkrama, menikmati kehangatan dalam keluarga.  Mengenai kegiatan senhari-hari, mungkin bisa dibilang itu-itu aja, paling bangun tidur bantu-bantu orang tua bersih-bersih (itu kalo mau), dan habis itu selesai tinggal diam, diam dan diam saja sambil menikmati liburan. Yang sebenarnya ditunggu-tunggu ialah pas waktu lebaran tiba, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa dan selanjutnya menikmati indahnya hari kemenangan. Bagaimana dengan kalian sobat??pasti kalian memiliki keseruan dan keasyikan tersendiri dari liburan kalian.
Ngomong-ngomong soal liburan, apa sih yang paling sobat inginkan di liburan kali ini?dengan planning-planning kalian? Apakah memiliki sebuah target yang ingin dicapai pada liburan kali ini? mengenai waktu atau panjang tidaknya liburan itu pengaruh tidak dengan planning sobat?berpengaruh pastinya. Nah, kalo gitu berapa lama sih liburan yang sobat inginkan. Selama mungkin atau hanya sebentar yang terpenting sudah berlibur? Jika kelamaan enak nggak sih?
Oke, untuk jawaban dari pertanyaan itu, hanya diri sendiri yang bisa menjawabnya. Karena itu adalah keinginan dari seseorang. Sebenarnya liburan itu tidak menjenuhkan ataupun membosankan, apabila dari setiap liburan itu memiliki kegiatan, baik kegiatan rutin atau kegiatan yang telah di rencanakan. Jadi hal yang menjadi liburan itu menjenuhkan ialah ada tidaknya kegiatan yang ingin dilakukan untuk mengisi hari libur. Jadi itulah yang menjadi alasan mengapa setiap orang memiliki alasan tertentu mengenai waktu untuk berlibur. Kalo liburan lama terus setiap harinya memiliki kegiatan, pasti akan menyenangkan, begitu pula sebaliknya bila tak ada kegiatan malah menjadi menjenuhkan dan membosankan.  Nah, hal ini mungkin berefek pada kinerja otak, walaupun otak juga perlu istirahat, tetapi dalam mengisi liburan juga dibutuhkan kinerja otak yang terus berjalan. Dalam hal ini mungkin lebih kepada hal-hal yang ringan dan tak memberatkan kinerja otak tentunya. Agar kerja dari otak terus berjalan normal. J


Share:

Kamis, 18 Juli 2013

galau template - narik minat pembaca

Template, template blog atau juga sering di kaitkan dengan tampilan yang ada pada blog. Tampilan yang mampu dilihat dan dinilai dari sudut estetikanya (keindahan) yang mampu menarik pembaca. Nah, ini dia yang menjadi kunci dari daya tarik para pembaca yang hendak mampir walau hanya sekedar membacanya saja. Sering kali hal ini menjadi hal yang sangat diperlukan dan diperhatikan oleh para blogger. Dari template yang bernuansakan klasik hingga modern atau juga yang unyu-unyu. dan itu semua menurut selera masing-masing orang.
Mengenai template ini, saya pun juga berpikiran seperti itu. Saya sendiri menyukai tampilan yang simple atau klasik. Akan tetapi saya juga orangnya agak bosan juga apabila yang di tampilkan itu-itu saja. Nggak tau kok bisa kayak gitu, apakah ada hubungannya dengan pendirian atau tidak. Tapi tak apalah, mungkin itu menjadi salah satu saran yang menbangun yang diinginkan oleh teman saya untuk memperbaiki diri saya sendiri.
Ada di suatu sesi yang cukup santai, yakni hanya berbincang-bincang sekedar dan biasa. Saling sharring dan yang lain. Ternyata mencuat sebuah kalimat yang sebenarnya tak pernah saya pikirkan, bahkan tak pernah ada dalam pikiran saya. Sang pembaca mampir untuk membaca isi dari blog saya, ternyata teman saya sendiri, jadi yaa langsung saja mengenai komentar-komentarnya. Dan yang tak saya habis pikir, ternyata dia memperhatikan tampilan template yang saya pakai, mungkin dia juga berpikir bahwa pas sekali ia melihat templatenya kayak gini, dan ternyata beberapa hari kemudian ia melihat lagi dan ternyata berbeda lagi tampilan blognya. Saya tak tahu apa yang ia pikirkan dengan yang ia lihat. Jika saja saya mampu membaca pikiran seseorang pasti saya tebak duluan apa yang hendak ia katakan. Wkwkkwkwkw…..
Kembali lagi dengan kebiasaan saya yang suka bosan sama sesuatu, jadi saya sering searching mengenai template-template blog gitu, cari-cari yang sesuai dengan yang saya inginkan. Ada yang sedikit mirip langsung dipasang, langsung di pampang. Nah, disaat itulah teman saya ini mengomentari atau memberi tahu bahwa jangan sering ganti template, karena hal itu berpengaruh pada tingkat ketertarikan pembaca/pengguna. Dari situlah ia menyarankan untuk memilih satu yang pasti dan segera di patenkan dan hindari ganti template. Dari situlah saya berpikir, ada benarnya juga apabila sering ganti template itu tidak sebaik yang saya pikirkan. Ini adalah saran yang positif bagi saya yang memang kurang mengenai hal yang sifatnya demikian ini.

Dan hingga saat ini, saya mulai mengurangi kebiasaan tersebut. Akan tetapi saya sadar bahwa sebuah hal yang telah menjadi kebiasaan itu cukup sulit dirubah. Hanya saja tak selamanya tidak bisa dirubah, akan tetapi bisa untuk dikurangi dan itu pun tak seinstan yang dibayangkan, yang diharapkan dan yang diinginkan. Perlu adanya tekad dan kesabaran untuk mengurangi kebiasaan ini. dan yang kedua ialah tidak ada perasaan puas apabila hanya memanfaatkan apa yang sudah ada, bahkan tak menyenangkan, bawasannya itu semua bagian dari orang lain bukan jerih payah sendiri. Akan tetapi tidak demikian menanggapinya. Kreativitas masing-masing orang itu berbeda-beda. Jadikan karya orang lain sebagai acuan, referensi dan sebagai sumber kita menciptakan sesuatu. Dan hanya kata terima kasih lah yang mampu saya sampaikan kepada para pembuat template blog yang telah saya donlodt. Terimakasih. 
Share:

Jumat, 05 Juli 2013

Seklumit Harapan Kecil

Tak terasa sudah menginjak bulan ke 6 yaitu bulan Juli. Sebenarnya belum jelas bagaimana untuk kedepannya, akan tetapi harapan untuk menjadi yang lebih baik lagi masih terus berjalan. Bukan hanya untuk menjalani kehidupan ini tetapi dari setiap aspek.  Harapan demi harapan yang muncul di awal bulan ini, mungkin memang hanya mampu berharap. Yang pasti berharap di bulan ini hingga bulan-bulan berikutnya akan lebih baik lagi dari sebelumnya.
Apabila di flash back atau melihat ke belakang di bulan-bulan sebelumnya, penuh akan kisah, cerita, pengalaman. Cerita dan pengalaman yang semoga menjadi tolak ukur, sebagai bahan pelajaran untuk tetap memikir kedepan, masa depan yang diinginkan, masa depan yang membawa diri sendiri sadar akan tujuan hidup, masa depan yang pasti. Dari cerita sedih, duka, haru hingga senang. Pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, baik, buruk, kelam, yang tak akan terlupakan, yang telah menjadi kenangan. Semua hal ini melengkapi bulan-bulan sebelumnya. Saya tidak tahu apakah bulan sebelumnya itu merupakan bulan yang menyenangkan atau malh kebalikannya. Karena tidak di setiap bulan mengalami hal yang buruk, bahkan malah terlalu banyak yang menyenangkan. Di bulan sebelumnya, saya memiliki sebuah pengalaman yang benar-benar menjadi sebuah pelajaran. Pelajaran yang begitu berharga, untuk menyongsong masa depan.
Banyak sekali pelajaran yang dapat saya ambil hikmahnya, bukan hanya karena hal itu pengalaman buruk atau baik, akan tetapi lebih mengarah ke perbaikan moral dan tingkah laku. Wkwkwkwkwk……bahasanya tinggi. J
Nah,di bulan ini saya atau mungkin kebanyakan orang juga menginginkan hal yang sama yaitu berharap, penuh dengan harapan. Berharap bahwa mulai di bulan ini hingga bulan-bulan kedepan atau sampai tahun-tahun yang baru menjadi pribadi yang lebih baik itu yang mendasari. Di mulai dengan menata diri sendiri, menemukan cara yang pas dan tepat untuk memperbaiki diri, menambah kebiasaan baru, improvisasi diri.

“Segeralah beranjak dari masa lalu menuju masa depan, dengan semangat dan harapan baru, patahkan semua keraguan”.




Share:

Selasa, 18 Juni 2013

Efek Nonton Film

Menonton film adalah kebiasaan sebagian orang yang memiliki waktu luang. Walau hanya nonton notebook, seperti saya. Soalnya kalo mau nonton di bioskop masih sayang ama ongkosnya. Hahahahaha……maklum anak kostan. Nah, bagaimana dengan anda. Apakah anda cenderung sering nonton dibioskop atau hanya kadang-kadang saja. Tapi mungkin ada juga yang kalo pengen nonton film harus ke bioskop, tentu saja orang-orang yang dompetnya tebel. Heheheheeee
Apa sih yang Anda pengenkan dari sebuah film, apa cuma iseng karena mau yang up to date atau alasan lain. Akan tetapi bukan hanya itu saja alasan kenapa orang suka nonton film, selain mengisi waktu luang daripada bengong, suka genre dari filmnya dan terlebih lagi ada sebagian pesan moral yang dapat diambil hikmahnya. Bukan berarti langsung ikut, akan tetapi hanya sebagai cerminan saja. 
Apa yang anda dapatkan setelah menonton film, yang pasti pesan moral yang terkandung didalamnya. Baik itu tersurat maupun tersirat. Dengan kata lain tersurat berarti udah ada di dalamnya, dan tersirat berarti pesan yang perlu kita cari tau maknanya. Pesan moral yang bisa dijadikan sebagai bahan buat memperbaiki diri menuju yang lebih baik. Alasan itulah yang menjadi hal terpenting daripada hanya sekedar menonton saja. Alasan yang lain ialah untuk menghibur diri. Menghibur diri dari penatnya aktivitas yang mungkin monoton, bosen dengan keseharian, benar-benar menginginkan sebuah refresh, baik refresh otak, pikiran, pola hidup dan lain-lain.
Saya pernah mengalami kejadian yang benar-benar tak terduga dengan menonton film, walau cuma di laptop, tapi tak apalah. Ada sebuah film yang seperti biasa, yaitu minta dari temen. Karena rasa penasaran yang timbul ini menginginkan untuk menontonnya. Jadi ya…..ditonton lah. Filmnya apa yak???pokonya ada deh. Saat nonton pertama kali, hal ini seperti tidak mengena sama sekali atau tak bakalan teringat atau mungkin juga ga mau. Ya kali mau inget-inget kayak gitu, masih banyak utang yang lebih perlu diingetin. Hahahahaaa…..
Karena baru pertama kali, jadi yaaa cuma gitu aja, nonton dan nonton saja. Di suatu saat, karena lagi benar-benar nggak ada kegiatan lagi, bahkan sama sekali ga ada kegiatan. Jadi berhubung sebagian udah ditonton, tiba-tiba ingin nonton lagi film yang sama. Tapi masih ada lah yang inget, jalur ceritanya. Tapi disaan itu seperti ada hal atau omongan yang bisa diambil atau di coba untuk menganalisa. Kata-kata itu seperti menggambarkan adanya pembuktian. Ini kata-katanya “sangat bagus dalam bersabar, tetapi dia tak bagus dalam menjaga hubungan”. disini saya posisikan saya sendiri (dengan PDnya), padahal itu semua nggak benar. Hahahah…..sok, sok, sok dan sok lagi. Setelah saat itu, terkadang masih teringat kata-kata seperti itu. Mungkin karena saya orangnya pesimis, jadi mikirnya pun semua hal itu negative dan ditambah lagi nggak percaya diri. Kayak gitulah pokoknya.
            Nah, saat itu lah mulai kesini sering memutar ulang film yang mungkin pantes buat di tonton lagi. Jadi kebawa untuk mencari-cari sisi positifnya dari setiap film yang diputar. Walaupun itu semua bukan hal yang nyata, dan hanya sebuah scenario belaka. Tapi tetep disangkut pautin aja ama diri sendiri. Padahal kan nggak ada hubungannya sama sekali.

Itu lah hal yang sering saya lakukan, hal-hal yang mungkin sifatnya kecil. Tapi sering dibesar-besarkan. Walaupun sendirinya udah tau hal yang seperti itu hanya kebetulan saja. Cukup sekian, kalo diteruskan malah semakin tidak jelas dan ngaco kemana-mana. 
Share:

About Me

Seorang Mahasiswa Teknik Kimia, suka hal hal simple, minimalis, seorang plegmatis.

Terbaru

Popular Posts

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.